Postingan

Menampilkan postingan dengan label K

Keputusan Presiden RI No 238 tahun 1961 : Lampiran Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

Gambar
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA. MUKADDIMAH. Bahwa sesungguhnja kemerdekaan Rakjat Indonesia jang telah diproklamirkan pada tanggal 17 gustus 1945 atas berkat rachmat Tuhan Jang Maha Kuasa dan dengan didorongkannja oleh keinginan luhur supaja berkehidupan kebangsaan bebas, adalah Hak Bangsa Indonesia. Kemudian disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatuUndang-undang Dasar Negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia jang berkedaulatan rakjat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Jang Maha Esa, Kemanusiaan Jang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmad kebidjaksanaan dalam permusjawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia. Atas dasar itu dibentuk Pemerintah Negara Indonesia jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh seluruh tumpah-darah Indonesia dan untuk memadjukan kesejahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan bangsa d...

Keputusan Presiden RI No 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka

Gambar
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NO. 238 TAHUN 1961. TENTANG GERAKAN PRAMUKA. KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :  bahwa anak-anak dan pemuda Indonesia perlu dididik untuk mendjadi manusia dan warga-negara Republik Indonesia jang berkepribadian dan berwatak luhur, jang tjerdas, tjakap, tangkas, trampil dan radjin, jang sehat djasmaniah dan rochaniah, jang ber-Pantja-Sila dan setia-patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan jang berpikir dan bertindak atas landasan-landasan Manusia-SosialisIndonesia, sehingga dengan demikian anak-anak dan pemuda Indonesia mendjadi kader pembangun jang tjakap dan bersemangat bagi penjelenggaraan Amanat Penderitaan Rakjat ; bahwa pendidikan untuk mentjapai maksud dan tudjuan tersebut diatas itu harus dilakukan dalam lingkungan anak-anak dan pemuda disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping pendidikan dilingkungan sekolah, dan harus diselenggarakan dengan djalan kepanduan jang disesuaikan dengan pertumbuhan Bangs...

Kerajinan Tangan Pramuka : Membuat Pagar dengan Pita Anyaman untuk Menghias Tenda Perkemahan

Gambar
Bahan: 2 lembar pita anyaman panjang, berukuran 30 x 2 cm 6 lembar pita anyaman pendek, berukuran 16 x 2 cm   Cara membuat: Lipatlah tiap lembar pita menjadi 2 bagian sama panjang. Peganglah pita panjang I pada bagian lipatan. (Bagian lipatan ini di sebelah bawah). Peganglah pita panjang II, dengan dengan bagian terbuka berada di sebelah bawah. Posisi pita II di sebelah kanan Pita I. Pita panjang di sebelah kanan, diapit dengan pita pendek I. Pita pendek I masukkanke dalam pita panjang sebelah kiri. Jadilah anyaman I. Baliklah arah kiri dan kanan pita panjang. Pita dianyam seperti anyaman I, begitu seterusnya sampai selesai. Tarik berlawanan arah kedua ujung pita panjang. Guntinglah runcing atau terserah kepada kreasi anak, semua ujung pita pendek. Bukalah ujung bawah pita, agar pagar dapat berdiri. Pagar sudah jadi   (lihat panduan gambar di bawah ini) Panduan Gambar :  Catatan : Dengan mengubah bahan misalnya dari karton atau bambu dan mengubah ukuran lebih diperbe...

Kerajinan Tangan Pramuka : Membuat Lampion dengan Pita Anyaman untuk Menghias Tenda Perkemahan

Gambar
Bahan : lembar pita anyaman berukuran 20 x 2 cm Cara membuat: Membuat model baling-baling lebih dulu (lihat link  Kerajinan Tangan Pramuka : Jam Tangan dan Baling-baling dengan Pita Anyaman) Keempat ujung baling-baling dibawa ke atas, direkat satu dengan yang lain. Keempat ujung lainnya dimasukkan ke dalam lipatan (arah bawah). Titik tengah atas lampion diberi benang sebagai penggantung.   Lampion sudah jadi. Catatan : Dengan melatakkan lampu ditengah-tengah lingkaran maka dimalam hari lampion ini akan kelihatan sangat cantik. Jenis lampion sederhana ini dapat menjadi bagian untuk menghias tenda perkemahan untuk membangun suasana tenda yang artistik, sederhana, alami dan kreatif. Lihat entry/topik terkait :    Kerajinan Tangan Pramuka : Jam Tangan dan Baling-baling dengan Pita Anyaman Sumber : "Menganyam",  Ibue Lies Basir, Intan Pariwara, Edisi Pertama, 1989, Klaten.

Kerajinan Tangan Pramuka : Membuat Jam Tangan dan Baling-baling dengan Pita Anyaman

Gambar
Membuat Jam Tangan dengan Pita Anyaman Bahan: 1 pita anyaman panjang berukuran 30 x 2 m 1 pita anyaman pendek berukuran 6 x 2 m Cara membuat: Pita pendek diletakkan di bawah pita panjang. Ujung kanan dan kiri pita pendek dan ujung atas pita berjarak 2 cm. Ujung kanan dan kiri pita pendek dilipat kedalam, kemudian ujung atas. Ujung pita panjang yang lain, dimasukkan ke dalam, dan melewati ujung lipatan. Usahakan agar lipatan terakhir cukup kuat. Jam tangan sudah jadi. Guru dapat membantu memberi angka/jarum jam. Gambar cara pembuatan Membuat Baling-baling dengan Pita Anyaman Bahan:  4 lembar pita anyaman berukuran 20 x 2cm Cara membuat: Tiap lembar pita dilipat menjadi 2 bagian sama panjang. Ambil pita 1, peganglah dengan tangan kiri. Lipatan berada di bawah bagian terbuka di atas. Ambil pita 2, peganglah juga dengan tangan kiri. Lipatan di atas, bagian terbuka dibawah. Ambil pita 3, peganglah dengan tangan kanan pada bagian lipatan. Dari arah kanan, masukkan pita 2 ke dalam pita 3,...

Kepengurusan Kwarnas, masa bakti 2003 - 2008 : Visi, Misi dan Strategi

Gambar
Visi, Misi & Strategi Kepengurusan Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2003-2008 Visi: Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum muda.   Misi: 1. Mempramukakan kaum muda Yang dimaksud dengan mempramukakan tidak berarti bahwa seluruh kaum muda itu dimasukkan sebagai anggota Gerakan Pramuka tetapi lebih pada tataran jiwa dan perilaku kaum muda yang sesuai dengan pramuka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. 2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak Pramuka, berlandaskan iman dan taqwa     (Imtaq)  serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Bahwa semua sendi program pendidikan yang dilaksanakan Gerakan Pramuka harus dilandaskan pada iman dan taqwa dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga apapun yang dilakukan perlu mengikuti perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada eranya. 3. Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang memiliki jiwa bela ne...

Kepemimpinan : Nilai-nilai Tradisional Kepemimpinan Msyarakat Bugis

Gambar
Etika Kepemimpinan Masyarakat Bugis Terdapat 2 era/periode yang melahirkan etika  kepemimpinan suku bugis, yaitu periode "galigo"  dan periode "lontara". Periode Galigo  raja/pemimpin  dianggap sebagai wakil dewa di langit, sehingga memiliki banyak kelebihdan dan  juga merupakan sumber hukum. Periode "Lontara" merupakan babakan baru dalam memandang pemimpin. Pada periode Lontara, Etika kepemimpinan masyarakat  Bugis amat menjunjung tinggi kedudukan manusia sebagai ’tau’. Pembinaan watak manusia dalam membangun PanggadÄ•rÄ•ng (tata aturan dan hukum) mendapat tempat yang amat penting. Manusia menjadi pusat penentu atas kehidupan kebudayaannya. Manusia menempati tempat tertinggi dalam menentukan nasibnya. Perideo Lontara Menurut etika kepemimpinan Bugis pada periode Lontara, syarat seorang yang menjadi pemimpin (raja) bagi adalah sebagai berikut : Jujur terhadap Dewata Seuwae dan sesamanya manusia. Takut kepada Dewata Seuwae dan menghormati rakyatnya ...

Kepemimpinan : Nilai-nilai Tradisional Kepemimpinan Masyarakat Melayu

Gambar
Tajus Salatin (Mahkota Raja-raja) Krisna Budiman , mahasiswa Jurusan Filsafat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) dalam makalahny yang berjudul "Cermin Khasanah Melayu: Tinjauan Pemimpin Ideal dari Sudut Pandang Melayu" (dimuat di: http://www.rajaalihaji.com), menyatakan bahwa Taj al Salatin karangan Bukhari Al Jauhari  tahun 1630 merupakan  kitab mahakarya budaya-politik-peradaban Melayu. Kitab Taj al-Salatin memberi sumbangan penting bagi pembentukan tradisi dan kultur politik Melayu dengan memberi rincian tentang syarat-syarat menjadi raja/pemimpin (mencakup syarat yang bersifat jasmaniyah dan rohaniah). Kitab ini bahkan juga digunakan oleh beberapa penguasa di pulau Jawa pada abad 17-18. Taj al-Salatin begitu berpengaruh hingga abad ke-19 ketika Munsyi Abdullah mencoba mengenal atau mengetahui watak Raffles dari air mukanya berdasarkan ilmu firasat di dalam buku tersebut. Dalam bukunya Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Kelantan, Abdullah telah menasihat...